BAB II
TEORI DASAR
2.1 Apa Itu
Mixer
Mixer
merupakan salah satu jenis ARTL yang masuk dalam klasifikasi ARTL mekanis yang
fungsinya sebagai pengaduk adonan Kue dan semacamnya.Mixer sering digunakan
untuk mengaduk adonan kue yang menggunakan campuran telur, tepung, dan larutan
tertentu sehingga ibu rumah tangga sering mengistilahkannya sebagai pengaduk
telur. Tungkai pengaduknya digerakkan oleh sebuah motor listrik melalui kopel
roda-roda gigi. Variasi kecepatan putar dapat diatur dengan sebuah saklar pilih
yang diletakkan sedmikian rupa hingga mudah dijangkau oleh ibu jari atau jari
telunjuk yang sedang menggenggam gagang mixer.
Pemeriksaan komponen yang ada pada bagian dalam cukup
melepaskan tiga sekrup pengikat badan mixer. Dua sekrup di bagian depan, satu
pada bagian belakang. Tungkai pengaduk yang terdiri atas dua buah dapat
dilepaskan dengan menekan tombol pelepas kait tungkai.Tombol ini juga
diletakkan sedemikian rupa sehingga mudah dijangkau dan berdampingan dengan
saklar pemilih kecepatan.
Prosedur penggunaan mixer :
1.
Posisikan saklar pemilih kecepatan mixer pada posisi
‘0’
2.
Masukkan kedua tangkai pengaduk adonan pada lubangnya
3.
Tusukkan ‘tusuk kontak’ pada stop kontak sumber
listrik AC tegangan 220 ~ 230 volt, 50 ~ 60 Hz. Perhatian! Besaran ini tidak
boleh dilanggar. Pelanggaran terhadap besaran listrik ini dapat menyebabkan
kerusakan fatal pada mixer
4.
Posisikan saklar pemilih kecepatan mixer pada posisi
‘1’. Motor mixer harus berputar bersama kedua tangkai pengaduk adonan.
Perputaran motor mixer ini terjadi karena adanya pengaliran arus listrik dari
sumber listrik menuju terminal saklar posisi ‘1’, masuk ke ujung belitan L1,
kemudian ke belitan L2, belitan L3, lalu masuk ke ujung sikat1, ke komutator,
masuk ke belitan rotor, ke sikat2, masuk ke ujung belitan utama, dan berakhir
kembali ke sumber listrik (terminal netral)
5.
Ulangi langkah empat untuk posisi saklar pemilih
kecepatan 2 dan 3. Putaran motor pada posisi 3 harus lebih cepat dari pada
posisi 2 dan 1. Sementara putaran motor pada posisi 2 harus lebih cepat
daripada saat saklar pemilih kecepatan berada pada posisi pilih ‘1’. Jika
prosedure langkah 4 dan 5 tidak sukses
6.
Jalankan mixer hingga adonan dianggap baik untuk
dihentikan pengadukannya. Perhatian! Jangan terlalu lama menjalankan motor
mixer, hingga melebihi satu jam tanpa berhenti. Pemakaian yang melibihi satu
jam tanpa berhenti akan meningkatkan suhu panas motor dan akan berakibat fatal.
Kondisi tersebut dapat mengakibatkan motor mixer terbakar
7.
Bersihkan atau cuci bersih semua komponen mixer
kecuali bodinya sesaat setelah digunakan agar tidak berjamur. Perhatian! Bodi
mixer tidak boleh dicuci. Di dalam bodi mixer terdapat motor dan rangkaian
kelistrikan mixer.
2.2 Bagian Bagian Mixer
a.
Bagian luar mixer

b.
Bagian dalam mixer

2.3 Cara Kerja Mixer
Berikut adalah bentuk diagram single line dari rangkaian mixer :

Ketika mixer
dijalankan, maka arus listrik dari sumber listrik akan mengalir masuk ke dalam
mixer melalui tusuk kontak, saklar pemilih kecepatan, belitan bantu dan utama
pada sisi satu, masuk ke sikat1, komutator, belitan rotor, ke komutator,
kemudian masuk pada belitan utama dan bantu pada sisi dua, ke sikat2 dan
kembali ke sumber. Oleh karena itu, jika mixer tidak jalan saat dihubungkan
pada sumber listrik, maka periksa semua titik-titik yang dilalui arus listrik
tersebut.
2.4 Macam Macam Kerusakan dan Cara Memperbaiki Mixer
Langkah-langkah
yang perlu dilakukan dalam merawat mixer agar awet demikian pula penggunaannya
dituangkan dalam buku atau brosur penggunaannya.Baca dengan saksama buku atau
brosur petunjuk penggunaan mixer sebelum digunakan.Buku atau brosur petunjuk
penggunaan mixer disertakan dalam paket mixer saat pertama kali membeli
mixer.Periksa keberadaan buku atau brosur petunjuk tersebut saat anda membeli
mixer.Jika tidak ada, mita pada penjual.Jangan membeli mixer yang tidak
disertai buku atau brosur petunjuk penggunaannya.
Kerjakan
semua perintah yang diharuskan dalam buku atau brosur tersebut saat anda
menggunakan mixer, dan hindari semua yang dilarang anda lakukan. Pada umumnya,
buku atau brosur petunjuk penggunaan tersebut berisi langkah-langkah penggunaan
sebagai berikut:
(a) Periksa dan cocokkan kebutuhan tegangan
suplei dan frekuensi kerja dengan tegangan terpasang dan frekluensi kerja di
tempat anda akan menggunakan mixer.
(b) Posisikan saklar pemilih kecepatan mixer pada
posisi ‘0’.
(c) Masukkan kedua tangkai pengaduk adonan pada
lubangnya dengan tepat hingga terdengan suara ‘klek’.
(d) Tusukkan ‘tusuk kontak’ dengan benar pada
stop kontak sumber listrik AC tegangan 220 ~ 230 volt, 50 ~ 60 Hz. Perhatian!
Besaran ini tidak boleh dilanggar.Pelanggaran terhadap besaran listrik ini
dapat menyebabkan kerusakan fatal pada mixer. Pegangan dengan baik ujung tusuk
kontak (bukan kabel penghantarnya) saat menusukkan dan melepaskan tusuk kontak
ke dan dari stop kontak
(e) Posisikan saklar pemilih kecepatan mixer pada
posisi ‘1’. Jangan langsung menggunakan
posisi tinggi (posisi 3). Motor mixer harus berputar bersama kedua tangkai
pengaduk adonan.
(f) Atur kecepatan mixer dengan perlahan,
langkah demi langkah. Dari cepat ke lambat, atau dari lambat ke cepat.Jangan
menekan atau menggeser saklah pemilih kecepatan dengan serampangan.Kecerobohan
ini dapat merusak lidah-lidah kontak saklar pemilih kecepatan mixer.
(g) Perhatian! Jangan terlalu lama menjalankan
motor mixer, hingga melebihi satu jam tanpa berhenti. Pemakaian yang melibihi
satu jam tanpa berhenti akan meningkatkan suhu panas motor dan akan berakibat
fatal. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan motor mixer terbakar.
(h)
Bersihkan atau cuci bersih semua komponen mixer kecuali bodinya sesaat setelah
digunakan agar tidak berjamur.
(i) Perhatian! Bodi mixer tidak boleh dicuci. Di
dalam bodi mixer terdapat motor dan rangkaian kelistrikan mixer. Pencucian bodi
mixer akan membasahi motor dan rangkaian kelistrikan mixer. Hal ini dapat
mengakibatkan motor mixer dan rangkaian kelistrikan mixer terhubung singkat
(korsleting). Dampak selanjutnya adalah motor dan rangkaian kelistrikan motor
akan terbakar ketika dijalankan kembali.
Adapun macam macam kerusakan yang biasanya terjadi pada
mixer adalah :
a)
Motor mixer tidak berputar
Motor mixer tidak berputar karena tidak ada arus
listrik yang masuk ke dalam motor mixer. Kondisi ini disebabkan oleh adanya
kerusakan pada bagian-bagian yang dilalui arus listrik yang menuju ke dalam
kumparan atau belitan motor, seperti: tusuk kontak, kabel pengantar, saklar
pengubung kontak atau pemilih putaran, sikat, komutator, dan kumparan motor.
Langkah perbaikan yang perlu dilakukan, yakni:
(1) Periksa kondisi fisik tusuk kontak dengan
pengamatan mata telanjang dari kemungkinan: terbakar, patah atau terlepas dari
hubungan kontak dengan kabel pengantar. Kemudian, jika kondisi fisik terlihat
bagus, lanjutkan dengan pemeriksaan hubungan kontak terminalnya dengan ujung
kabel pengantar yang dihubungkan kepadanya dengan menggunakan multimeter
(posisi ohm, skala 10X). Jika jarum penunjuk multimeter bergerak ke kanan
menuju ke titik ukur ‘0’ dan menunjuk nilai ukur tertentu, misalnya 0 ohm atau
mendekati 0 ohm dan tidak bergerak dari nilai tersebut, maka tusuk kontak mixer
masih baik. Selain kondisi tersebut, tusuk kontak rusak dan harus diganti
dengan yang baru;
(2) Periksa sambungan dan kondisi kabel penghantar,
jangan sampai ada yang terlepas. Kemudian gunakan multimeter (posisih saklar
pilih pada poisisi ‘ohm’, skala 10X) untuk memeriksa kondisi kabel jangan
sampai mengalami putus ‘dalam’. Putus ‘dalam’ artinya kawat pengahantar yang
berada di dalam selubung isolasi penghantar ‘patah’ atau terputus, sehingga
titik atau posisi putusnya tidak terjangkau melalui indra mata, sehingga perlu
dideteksi kondisinya dengan alat ukur multimeter atau ohm meter;
(3) Periksa kondisi sikat (kiri-kanan), jangan sampai
patah, aus atau pegas tekannya terlepas sehingga hilang kontak antara
komutator-sikat-belitan stator-saklar-kabel penghantar-tusuk kontak. Sikat yang
patah, terlalu aus atau pegas tekannya hilang dapat menyebabkan hilangnya
hubungan kontak antara belitan ‘rotor dan ‘stator’ motor mixer. Akibatnya motor
mixer tidak dapat tersuplei arus listrik dan tidak berputar. Jika sikat dalam kondisi
patah, terlalu aus atau kehilangan pegas tekan, maka sikat harus diganti dengan
yang baru.
(4) Periksa kondisi lamel komutator. Jangan sampai
ujung belitan rotor terputus kontak dengan lamel komutator, atau belitan rotor
sudah terbakar. Jika semu ujung belitan rotor terputus dari lamel komutator
atau belitan rotor sudah terbakar, maka motor mixer tidak akan berputar.
(5) Periksa kondisi hubungan belitan stator
(kiri-kanan) dengan menggunakan ohm meter (multimeter) jangan sampai terbakar
atau terputus. Jika terbakar atau putus, maka motor mixer tidak akan berputar.
b) Motor mixer
tidak berputar, tetapi berdengung
Kondisi atau kerusakan yang menyebabkan motor mixer
tidak berputar, tetapi berdengung yaitu belitan medan bantu atau medan putar
atau medan utama stator ada yang hubung singkat. Demikian pula halnya jika
belitan rotor motor mixer ada yang hubung singkat. Hubung singkat pada belitan
stator atau rotor motor mixer menyebabkan motor mixer kehilangan momen putar, sementara
itu arus listrik tetap mengalir. Akibatnya, motor berdengung hingga
bergetar.Jika kondisi ini dibiarkan berlangsung lama sekitar 10 – 30 menit,
maka belitan stator dan rotor dapat terbakar.
Langkah perbaikannya adalah ganti kumparan bantu atau
kumparan utama stator motor, atau ganti kumparan rotor motor mixer. Jika
pengantiannya dilakukan sendiri maka ada beberapa hal praktis yang dapat anda
dilakukan, yakni: (1) Perhatikan dan catat dengan cermat ukuran kawat email
yang digunakan masing-masing jenis belitan; (2) Perhatikan dan gambar dengan
tepat arah putaran belitan masing-masing belitan (belitan medan bantu, belitan
medan utama, dan belitan rotor). (3) Panjang atau jumlah lilitan pada
masing-masing kumparan tidak perlu terlalu dipersoalkan, tetapi cukup anda
menimbang dengan cermat bobot kawat email yang dibutuhkan masing-masing jenis
kumparan; dan (4) pada saat anda menggulung dianjurkan anda menggunakan sarung
tangan yang lembut dan terbuat dari kain ‘Cotton’, sehingga kemungkinan
lecetnya isolasi kawat email karena pengaruh kontaminasi langsung dengan tangan
anda yang mungkin lembab atau basah, atau rusak karena goresan kuku anda dapat
dihindari. Kemudian, jangan menarik kawat email sambil menggesekkannya saat
melakukan penggulungan, karena dapat melecetkan isolasi kawat email.
c) Motor
mixer berputar, tetapi mengeluarkan percikan bunga api.
Kerusakan ini terjadi karena hubungan kontak antara
sikat dan komutator tidak rata atau kurang pas.
Langkah perbaikannya adalah : (1) Periksa sikat motor,
jangan sampai sikat sudah tidak pas menutup atau menyambungkan kontak sikat
dengan lamel komutator dengan baik; dan (2) Periksa kondisi sikat, ganti jika
sudah terlalu pendek sehingga kecekungan permukaannya tidak lagi menutupi atau
menyambung hubungan antara sikat dengan lamel-lamel komutator rotor.
d) Motor mixer
berputar, tetapi bergetar
Kondisi mixer berputar, tetapi bergetar dapat
disebabkan oleh beberapa kerusakan yang terjadi pada sistem mekanik motor,
seperti: (1) Sikat motor yang digunakan terlalu keras (kepadatannya tidak
sesuai dengan kepadatan sikat aslinya); (2) Permukaan lamel-lamel komutator
sudah tidak rata secara siklus, sehingga sikat loncat-sangkut terhadap lamel
yang tidak rata pada saat rotor berputar; (3) Gigi kopel antar tangkai pengaduk
dan rotor sudah cukup aus atau ada beberapa giginya hilang atau patah; (4)
Putaran as (poros) rotor sudah tidak sentris lagi. Kondisi ini pada umumnya
disebabkan oleh keruskan bearing (lahar) dudukan rotor (muka dan belakang),
atau rumah dudukan bearing telah bergeser karena pengaruh panas yang berlebihan
saat digunakan.
Langkah perbaikan yang perlu dilakukan pada kondisi
kerusakan terasebut, yakni: (1) ganti sikat untuk kerusakan pertama, gunakan
yang asli; (2) Ganti rotor, karena pada keruskan kedua ini perbaikannya sangat
susah dilakukan. Memerlukan peralatan khusus untuk melakukannya.Dan boleh jadi
harga peralatan khsus tersebut lebih mahal dari pada harga rotor; (3) Pada
keruskan ketiga, ganti gigi kopel dengan yang baru; (4) Sementara itu, kerusakan
keempat sangat sulit diperbaili, kecuali mengganti bearing, rotor, dan rumah
dudukan rotor.Pada umumnya rumah dudukan rotor tidak dijual terpisah, bahkan
tersambung langsung dengan bodi mixer. Jadi penggantiannya memerlukan bodi
mixer lain atau bodi baru jika ada yang dijual.
e) Motor
mixer berputar, tetapi saat digerakkan atau kabel penghantarnya bergerak kadang
motor tidak bergerak atau berputar
Kondisi motor mixer berputar, tetapi saat digerakkan
atau kabel pengtarnya bergerak kadang motor tidak berputar dapat disebabkan
oleh: (1) kerusakan pada sistem sikat; dan (2) kabel penghantar mengalami putus
dalam. Langkah perbaikannya adalah: (1) Periksa sistem sikat, mungkin ada salah
satu dari sikat tersebut yang lepas pegas tekannya. Perbaiki! Sebaiknya diganti
saja dengan yang baru.Ingat jangan mengganti sikat hanya satu atau sebelah
saja, hal ini berpengaruh pada keseimbangan tekanan sikat terhadap komutator
motor; dan (2) Ganti kabel penghantar dengan yang baru.Pada umumnya kabel
penghantar tersedia dan dijual terpisah.Harga persetnya Rp 3.500 pada tahun
2004.
f) Motor
mixer berputar, tetapi mengeluarkan suara kasar
Motor mixer berputar, tetapi mengeluarkan suara kasar
pada umumnya disebabkan oleh kerusakan pada bearing as rotor. Ada salah satu atau
beberapa dari peluruh bearing yang terlalu aus terhadap lingkaran bearing atau
sudah pecah.Kerusakan ini memberi peluang rotor mengalami sentakan atau
lentingan terhadap lingkaran dalam bearing saat motor berputar hingga
mengeluarkan bunyi gemerincing yang kasar.
g) Motor mixer
berputar, tetapi pengaduk adonan tidak ikut berputar
Motor mixer berputar, tetapi pengaduk adonan tidak
ikut berputar dapat dipastikan bahwa kerusakan terjadi pada gigi kopel yang
berfungsi menggenggam tangkai pengaduk dan terhubung dengan gigi putar rotor
sudah aus. Satu-satunya langkah penanggulangan terhadap kerusakan ini adalah
menganti gigi kopel dengan yang baru.
No comments:
Post a Comment